Blog ini berisi tentang Pengetahuan Umum dan hal yang menarik disekeliling kita yang kita tak sadari
Laman
Jumat, 21 Januari 2011
Gulali
Gulali pertama kali diperkenalkan oleh Morrison dan Wharton pada tahun 1904 di St. Louis World’s Fair. Sementara mesin pembuat gulalinya sendiri telah diciptakan oleh Morrison dan Wharton pada tahun 1897. Saat dijual di St. Louis World’s Fair, gulali diperkenalkan dengan nama “Fairy Floss” atau dalam bahasa indonesianya “benang peri”.
Sinar-X
Sinar-X ditemukan oleh Wilhelm Rontgen pada tahun 1895. Atas penemuannya, ia meraih hadiah Nobel Fisika pada tahun 1901. Pada tanggal 18 Januari 1896, mesin sinar-X diperlihatkan untuk pertama kalinya. Gambar sinar-X pertama Rontgen itu adalah tangan istrinya sendiri, Anna Bertha. Sinar-X biasa disebut juga sinar Rontgen (sesuai dengan nama penemunya). Namun uniknya, di Indonesia sinar-X biasanya disebut sinar “Ronsen”. Karena orang Indonesia sulit mengucapkan kata “rontgen”, maka diubahlah menjadi “ronsen”.
Selasa, 18 Januari 2011
Penyebab Psikopat
Banyak orang sering mendustai diri mereka sendiri atau menghabiskan waktu dengan sesuatu yang tak mereka sukai, meskipun sedikit sekali dari mereka yang merasa bersalah dengan kebohongan yang mereka lakukan.
Para ilmuwan menemukan bahwa munculnya kesadaran yang tiba-tiba dapat meningkatkan aktivitas di otak. Intinya lebih banyak membutuhkan usaha untuk berbohong daripada berkata jujur.
Namun seseorang yang memiliki kecenderungan psikopat, berbohong dan berkata jujur sama mudahnya. Saat seorang anak menumbuhkan bakat berbohongnya sekitar usia tiga sampai empat tahun – mereka juga mengembangkan kemampuan untuk berempati.
Namun para peneliti mengungkapan bahwa seorang individu yang agresif serta mengalami gangguan personality antisosial tak mengalami perkembangan tersebut, sehingga mereka tak memiliki panduan moral.
Pengalaman traumatis serta kurangnya kontak dengan orang dewasa bisa menjadi pemicu yang bisa disalahkan.
Kebohongan Itu OK
Alasan mengapa seseorang menjadi psikopat telah dibahas di sebuah konferensi yang bertajuk "Psychopathy and the Problem of Evil"di Sheffield.
Dr Sean Spence dari Universitas Sheffield, yang mengepalai konferensi, menemukan jika area frontal lobe pada otak akan lebih aktif saat seseorang berbakat bohong dibanding saat mereka berkata jujur. Spence akan melakukan studi pada aktivitas syaraf yang terhubung dengan aktifitas kebohongan.
Dr Spence menuturkan,”Saat kita berbohong, ada bagian dari diri kita yang tak ingin memanipulasi bagian yang lain atau bahkan mengambil keuntungan dari bagian itu. Namun pada individu yang psikopat, aktivitas semacam itu tak dapat kita jumpai sehingga kebohongan adalah hal wajar bagi mereka. bahkan tak ada keraguan untuk saat melakukannya.”
Semua ini juga dipengaruhi orang dewasa yang tak memberikan rasa empati saat mereka masih bocah sehingga individu psikopat tak bisa mempelajari contoh yang kerap diberikan orang dewasa, dan memicu berkembangnya gangguan personality antisocial yang agresif.
“Jika mereka pernah mengalami pelecehan seksual ataupun tindak kekerasan, mereka tak akan pernah berhubungan dengan perasaan empati,” tutur Dr Spence yang menekankan jika 'good parenting' merupakan masalah penting untuk mencegah perkembangan kelainan tersebut.
“Bahkan jika seseorang yang pernah mengalami pelecehan seksual, namun paling tidak mereka pernah menjalin hubungan baik dengan orang dewasa maka trauma tersebut tak membuat mereka berkembang menjadi seorang kriminal.”
Diet dan Olah Tubuh
Diet yang dilakukan saat masa kanak-kanak juga mempengaruhi seorang individu menjadi psikopat.
Konferensi yang dipimpin Professor Adrian Raine, seorang psikolog dari Universitas California menuturkan jika dia melibatkan satu kelompok yang terdiri dari anak-anak berusia tiga tahun yang menjalani program diet, latihan serta menjalani simulasi cognitive dalam penelitiannya.
Pada usia 11 tahun mereka menunjukkan peningkatan aktivitas otak saat menjalani brain scan reading (pembacaan otak) dan di usia 23 tahun sekitar 64% mereka yang tak menjalani program tersebut ternyata memiliki catatan kriminal.
Professor Raine menuturkan,”Ini bukan jenis peluru perak untuk menyelesaikan masalah kriminal dan kekerasan, namun aku rasa ini merupakan salah satu pemicu terjadinya kriminalitas. Perilaku keluarga merupakan bibit seorang individu berkembang untuk melakukan perbuatan kriminal yang kerap terlihat dia awal hidup individu.”
Dr Spence menambahkan bahwa pengaruh alkohol serta narkoba juga memicu kerusakan otak yang menyebabkan perilaku psikopat. Namun ada juga individu yang tak menunjukkan tanda-tanda perilaku psikopat malah melakukan hal yang keji dalam situasi yang tak biasa ataupun diluar kendalinya.
“Di Rwanda sekitar 800 ribu penduduk sipil dibunuh secara keji dalam 100 hari, saat itu hampir setiap orang menyebut pembunuhan merupakan hal yang normal – sebuah pengaruh dari perubahan lingkungan.”
Para ilmuwan menemukan bahwa munculnya kesadaran yang tiba-tiba dapat meningkatkan aktivitas di otak. Intinya lebih banyak membutuhkan usaha untuk berbohong daripada berkata jujur.
Namun seseorang yang memiliki kecenderungan psikopat, berbohong dan berkata jujur sama mudahnya. Saat seorang anak menumbuhkan bakat berbohongnya sekitar usia tiga sampai empat tahun – mereka juga mengembangkan kemampuan untuk berempati.
Namun para peneliti mengungkapan bahwa seorang individu yang agresif serta mengalami gangguan personality antisosial tak mengalami perkembangan tersebut, sehingga mereka tak memiliki panduan moral.
Pengalaman traumatis serta kurangnya kontak dengan orang dewasa bisa menjadi pemicu yang bisa disalahkan.
Kebohongan Itu OK
Alasan mengapa seseorang menjadi psikopat telah dibahas di sebuah konferensi yang bertajuk "Psychopathy and the Problem of Evil"di Sheffield.
Dr Sean Spence dari Universitas Sheffield, yang mengepalai konferensi, menemukan jika area frontal lobe pada otak akan lebih aktif saat seseorang berbakat bohong dibanding saat mereka berkata jujur. Spence akan melakukan studi pada aktivitas syaraf yang terhubung dengan aktifitas kebohongan.
Dr Spence menuturkan,”Saat kita berbohong, ada bagian dari diri kita yang tak ingin memanipulasi bagian yang lain atau bahkan mengambil keuntungan dari bagian itu. Namun pada individu yang psikopat, aktivitas semacam itu tak dapat kita jumpai sehingga kebohongan adalah hal wajar bagi mereka. bahkan tak ada keraguan untuk saat melakukannya.”
Semua ini juga dipengaruhi orang dewasa yang tak memberikan rasa empati saat mereka masih bocah sehingga individu psikopat tak bisa mempelajari contoh yang kerap diberikan orang dewasa, dan memicu berkembangnya gangguan personality antisocial yang agresif.
“Jika mereka pernah mengalami pelecehan seksual ataupun tindak kekerasan, mereka tak akan pernah berhubungan dengan perasaan empati,” tutur Dr Spence yang menekankan jika 'good parenting' merupakan masalah penting untuk mencegah perkembangan kelainan tersebut.
“Bahkan jika seseorang yang pernah mengalami pelecehan seksual, namun paling tidak mereka pernah menjalin hubungan baik dengan orang dewasa maka trauma tersebut tak membuat mereka berkembang menjadi seorang kriminal.”
Diet dan Olah Tubuh
Diet yang dilakukan saat masa kanak-kanak juga mempengaruhi seorang individu menjadi psikopat.
Konferensi yang dipimpin Professor Adrian Raine, seorang psikolog dari Universitas California menuturkan jika dia melibatkan satu kelompok yang terdiri dari anak-anak berusia tiga tahun yang menjalani program diet, latihan serta menjalani simulasi cognitive dalam penelitiannya.
Pada usia 11 tahun mereka menunjukkan peningkatan aktivitas otak saat menjalani brain scan reading (pembacaan otak) dan di usia 23 tahun sekitar 64% mereka yang tak menjalani program tersebut ternyata memiliki catatan kriminal.
Professor Raine menuturkan,”Ini bukan jenis peluru perak untuk menyelesaikan masalah kriminal dan kekerasan, namun aku rasa ini merupakan salah satu pemicu terjadinya kriminalitas. Perilaku keluarga merupakan bibit seorang individu berkembang untuk melakukan perbuatan kriminal yang kerap terlihat dia awal hidup individu.”
Dr Spence menambahkan bahwa pengaruh alkohol serta narkoba juga memicu kerusakan otak yang menyebabkan perilaku psikopat. Namun ada juga individu yang tak menunjukkan tanda-tanda perilaku psikopat malah melakukan hal yang keji dalam situasi yang tak biasa ataupun diluar kendalinya.
“Di Rwanda sekitar 800 ribu penduduk sipil dibunuh secara keji dalam 100 hari, saat itu hampir setiap orang menyebut pembunuhan merupakan hal yang normal – sebuah pengaruh dari perubahan lingkungan.”
Sedikit kata-kata (bag. 4)
Pelajaran paling sulit itu bukanlah matematika, fisika, kimia atau pun biologi. Pelajaran yang paling sulit itu adalah pelajaran tentang perasaan manusia.
Perasaan manusia bukan ilmu pasti yang bisa dipahami dengan rumus dan angka-angka seperti matematika, fisika dan kimia.
Perasaan manusia juga bukan sebuah ideologi. Perasaan manusia pun bukan bukan sebuah pelajaran sosiologi yang bisa dijelaskan dengan argumentasi. Dan bukan juga pelajaran hafalan seperti sejarah, Pkn dan biologi.
Perasaan manusia hanya bisa dimengerti bukan dengan dipelajari, tetapi dengan kita mengalaminya sendiri
Perasaan manusia bukan ilmu pasti yang bisa dipahami dengan rumus dan angka-angka seperti matematika, fisika dan kimia.
Perasaan manusia juga bukan sebuah ideologi. Perasaan manusia pun bukan bukan sebuah pelajaran sosiologi yang bisa dijelaskan dengan argumentasi. Dan bukan juga pelajaran hafalan seperti sejarah, Pkn dan biologi.
Perasaan manusia hanya bisa dimengerti bukan dengan dipelajari, tetapi dengan kita mengalaminya sendiri
Minggu, 09 Januari 2011
hewan juga memiliki perasaan
Ternyata tak hanya manusia yang memiliki perasaan. Hewan pun memilikinya, tak hanya manusia yang bisa merasakan sakit, hewan pun bisa.
Contoh kasus yang saya amati pada hewan peliharaan adik saya. Pada saat pasangannya mati, salah satu dari hewan peliharaan tersebut menjadi murung dan lebih banyak diam. Tak biasanya hewan tersebut diam. Hewan itu selalu aktif berlari. Kemungkinan hewan tersebut juga merasa kehilangan saat pasanaganya pergi atau mati, sama seperti yag dialami manusia ketika pasangannya mati atau pergi meninggalkannya.
Tak sampai disitu, hewan juga memiliki rasa saling relaberkorban, kejadian ini masih dalam tahap pengamatan saya dan hasilnya belum pasti 100%. Saat itu saat saya sedang memberi makan belalang sembah peliharaan saya, saya melihat bahwa lalat yang di incar belalang tersebut ditolong oleh lalat yang lain. Sehingga lalat tersebut selamat namun naas, lalat yang menolong tadi harus mati karena tertangkap oleh belalang sembah peliharaan saya.
Contoh kasus yang saya amati pada hewan peliharaan adik saya. Pada saat pasangannya mati, salah satu dari hewan peliharaan tersebut menjadi murung dan lebih banyak diam. Tak biasanya hewan tersebut diam. Hewan itu selalu aktif berlari. Kemungkinan hewan tersebut juga merasa kehilangan saat pasanaganya pergi atau mati, sama seperti yag dialami manusia ketika pasangannya mati atau pergi meninggalkannya.
Tak sampai disitu, hewan juga memiliki rasa saling relaberkorban, kejadian ini masih dalam tahap pengamatan saya dan hasilnya belum pasti 100%. Saat itu saat saya sedang memberi makan belalang sembah peliharaan saya, saya melihat bahwa lalat yang di incar belalang tersebut ditolong oleh lalat yang lain. Sehingga lalat tersebut selamat namun naas, lalat yang menolong tadi harus mati karena tertangkap oleh belalang sembah peliharaan saya.
softdrink
Softdrink dapat menghilangkan karat pada benda logam. Namun softdrink bayak mengandung fosfor. Kebanyakan fosfor dalam tubuh dapat menghancukan mineral di dalam tubuh.
siapa yang menanam pohon selama ini ?
Ternyata kebanyakan pohon selama ini di tanam oleh para tupai yang mengubur biji dan lupa untuk menggalinya kembali.
Langganan:
Postingan (Atom)